Text
Hermeneutika dan Pengembangan Ulumul Qur'an: Edisi Revisi dan Perluasan
penerapan hermeneutika dalam penafsiran Al-Qur'an hingga saat ini masih diperdebatkan di kalangan para ulama dan sarjana Islam. Pro dan kontra pun terjadi dan tidak dapat dihindari. Sebagian dari mereka menolak hermeneutika secara totalitas. Sebagian yang lain menerimanya secara keseluruhan dan sebagian yang lain lagi berusaha menengah-nengahi perbedaan pendapat tersebut dengan mengatakan bahwa sebagian teori hermeneutika dipandang acceptable (diterima) dalam kajian keislaman. Di Indonesia, misalnya, sarjana-sarjana, seperti Adian Husaini, menolak hermeneutika secara mutlak, sementara Quraish Shihab, seorang profesor dalam bidang Tafsir Al-Qur'an dan sekaligus seorang penafsir, memiliki pandangan yang berbeda. Beliau menegaskan bahwa sebagian teori dan metode hermeneutika dapat digunakan dalam memahami pesan-pesan Al- Qur'an. Di Mesir, Hassan Hanafi membuka kemungkinan penerapan hermeneutika dalam memahami teks-teks keagamaan, sementara Muhammad 'Imarah mengkritik hermeneutika mati-matian. Baik mereka yang pro maupun yang kontra terhadap hermeneutika membangur argumentasinya masing-masing.
Tidak tersedia versi lain